Sepetak Hikmah Hari Ini
Tahun 18 H pada
zaman Amirul Mukminin Umar bin Khattab ada kejadian serupa seperti hari ini.
Wabah Thaun Amwas namanya. Wabah yang menjangkit suatu daerah di negeri Syam
saat itu. Salah satu peristiwa di tahun kelabu hingga saat itu Umar tak jadi
masuk ke wilayah tersebut karena wabah itu. Lalu, sahabat Rasul seperti Abu
Ubaidah bin Jarrah, Muadz bin Jabal, dan puluhan ribu sahabat lainnya meninggal
tersebab wabah ini.
Hari ini, kita
jumpai peristiwa yang mungkin bagi sebagian orang cukup mengagetkan. Kedatangan
makhluk Allah super kecil bernama virus menjangkit hampir seluruh daerah di
dunia yang mampu membuat segala aktivitas dan ritme kehidupan kita terbatas dan
berhenti secara terpaksa. Banyak orang tersayang yang tak bisa kita jumpai
sementara. Banyak kata yang belum sempat tersampaikan secara langsung. Banyak
agenda-agenda yang tercancel. Dan akan banyak capaian-capaian kita yang melesat
dari target karna pasti terundur.
Peristiwa kita
saat ini merupakan salah satu bagian dari Takdir Allah. Bagian yang kita tak
bisa menolak darinya. Tugas kita ? Berikhtiar semaksimal mungkin. Ikhtiar dalam
mitigasi potensi resiko terkenanya virus ini adalah suatu keharusan. Tak lupa diiringi
dengan do’a, karena do’a adalah dasar sekaligus harapan bagi kita agar
diberikan petunjuk keselamatan oleh Allah SWT. Teringat pesan seseorang,
bahwasannya tugas virus ini adalah berdzikir. Maka, salah satu ikhtiar kita
adalah bagaimana caranya agar dzikir kita lebih banyak daripada dzikirnya para
virus tersebut.
Namun, Bukankah
Allah selalu menyelipkan segala hikmah dibalik segala peristiwa dalam kehidupan
kita? Termasuk peristiwa kita hari Ini. Mari kita mengambil serpihan-serpihan
hikmah yang berserakan. Kita belajar menjadi orang yang bersih dengan menjaga
wudlu, cuci tangan dengan benar dan bersih. Kita belajar menjaga adab saat
bersin dan batuk dengan menutupnya, yang mana anjuran ini telah Islam ajarkan
sebelumnya, menjaga adab tidak bersentuhan dengan sembarang orang, apalagi yang
bukan mahram.
Kita belajar
memberi asupan terbaik, memberikan hak terbaik untuk tubuh kita dengan
mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib, termasuk di dalamnya yang memiliki
nilai gizi hingga memberi waktu tubuh untuk beristirahat dengan normal.
Kita belajar
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mungkin banyak pekerjaan yang biasanya tidak
bisa diselesaikan, banyak buku yang sebelumnya terabaikan, banyak sudut-sudut
rumah yang tak terjamah untuk dibersihkan karena berbagai kesibukan kita diluar
sana.
Kita juga
belajar menghargai setiap moment dengan siapapun, khususnya dengan keluarga.
Yang biasanya masing-masing sibuk dengan pekerjaannya, sekolah dan berbagai
tugas lainnya. Hari ini kita disuruh meningkatkan kualitas waktu bersama mereka,
mengintenskan obrolan-obrolan sederhana yang sempat tak terutarakan.
Mungkin, itu hanyalah
sepetak dari hamparan hikmah yang Allah sisipkan pada kita dari peristiwa yang
sedang terjadi. Selebihnya, mari kita pungut petakan hikmah lainnya yang masih
tertebar di bagian yang lain.
Untuk saat ini,
hal terbaik adalah terus berprasangka baik terhadap segalanya. Maka hari ini, mari
kita sempurnakan segala ikhtiar kita dengan penuh kesyukuran dan kesabaran. Semoga
Allah mampukan kita untuk melalui segalanya dengan usaha terbaik.
Komentar
Posting Komentar