Langit-Langit Penyesalan

Di Langit itu tergantung jutaan penyesalan yang sering kau rutuki kehadirannya. Mereka kau acuhkan tanpa toleh sedikitpun. Semua itu dilakukan karena kau amat menyesal.

Penyesalan, kau meninggalkan sesuatu yang amat berharga lantas kau menyesal telah melewatinya.

Berhenti merutuki gantungan-gantungan penyesalan. Mereka tak menjahatimu. Justru kau yang membuat mereka bergantung disana. Bukankah mereka itu berharha bagi langkah-langkahmu? Lantas mengapa terus kau rutuki?

Kamu bisa mengubah penyesalan dengan bentuk yang lebih berharga. Kamu bisa terbangkan kembali harapan dan mimpi yang kau buat sesal. Kamu bisa terbangkan kembali cita yang kau lewati. Kamu bisa ciptakan kembali maumu. Kamu bisa ubah itu semua menjadi bentuk lain yang lebih berharga.

Tinggal bagaimana cara kau merubahnya. Bagaimana kau memulai. Dengan cara yang sebelumnya sama atau hal lain yang lebih bisa kau buat sempurna? Itu pilihanmu.

Langit-langit penyesalan itu menggantung. Namun ia tersenyum mengajakmu berdamai. Penyesalan tak selamanya buruk, bukan?

Mari berdamai dengan penyesalan.

23 Januari 2018
Ruang Kamila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Mengenal Diri

Diabetes Mellitus #Informasi

Yoghurt sebagai Immunostimulan di Masa Pandemi