Yoghurt, Olahan Susu Kaya Manfaat


        Kesadaran masyarakat dalam memilih pangan konsumsi yang sehat semakin meningkat akhir-akhir ini. Banyak kalangan yang mulai merubah pola hidup sehat dari apa yang mereka konsumsi, terutama produk pangan hasil fermentasi yang mudah dicerna dan biasanya kaya nutrisi dibanding produk utamanya. Salah satu pangan kaya nutrisi hasil fermentasi yang sejak lama digemari adalah yoghurt.

Semua orang mungkin tahu, jika kandungan gizi pada susu sangatlah banyak dan baik bagi tubuh, tapi sayangnya ada beberapa kalangan yang tidak bisa menikmatinya karena mengalami lactose intolerant dimana tubuhnya tidak bisa mencerna laktosa dari susu. Maka, yoghurt adalah pilihan pangan sehat yang tepat bagi semua kalangan.

Namun, tahukah kamu bagaimana susu segar yang cair bisa menghasilkan yoghurt dengan tekstur kental, kaya nutrisi bahkan cocok untuk dikonsumsi penderita lactose intolerant?

Fermentasi adalah jawabannya. Fermentasi merupakan salah satu teknologi untuk mengolah pangan segar menjadi pangan olahan yang kaya nutrisi dengan proses perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

Yoghurt sebagai salah satu olahan pangan yang diproses dengan menggunakan teknologi fermentasi. Jenis fermentasinya yaitu submerged cultivation atau kultivasi terendam, dimana menggunakan media cair yaitu susu sebagai medianya, dibuat dengan menambahkan kultur starter berupa bakteri spesifik, yaitu bakteri asam laktat jenis Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Selain menyehatkan, olahan susu ini juga memiliki tekstur kental, sensasi segar dan rasa asam yang digemari banyak kalangan.

Sedangkan Lactobacillus bulgaricus yang ditambahkan pada susu segar akan menguraikan laktosa lalu mengubahnya menjadi asam laktat. Nah, asam laktat inilah yang menyebabkan yoghurt memiliki rasa asam karena ion hydrogen bebas pada susu mengalami peningkatan, juga menurunkan kondisi keasaman susu hingga sekitar pH 4-5. Tingkat keasaman ini penting sekali untuk memperoleh kondisi optimal bakteri dalam melakukan proses fermentasi. Keasaman pada susu menurun mengakibatkan terjadinya gumpalan yang disebabkan karena koagulasi protein susu oleh asam sehingga yoghurt memiliki tekstur kental dan cita rasa yang asam. Selain itu, protein pada susu akan terdenaturasi karena pengaruh kondisi asam yang dihasilkan.

Adanya kandungan bakteri baik dalam yoghurt yang dihasilkan dari susu menjadikan yoghurt sebagai minuman prebiotik yang memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan, seperti baik untuk kesehatan usus, kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Selain sehat bagi tubuh, yoghurt juga cocok dikonsumsi oleh penderita lactose intolerant karena kandungan laktosa pada yoghurt sudah rusak selama proses fermentasi. Saat ini, yoghurt banyak dikreasikan dengan berbagai makanan sehat lainnya seperti buah dan oats yang biasa dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalankan program diet.


Klik info selanjutnya di

https://youtu.be/LsxEXzud4Rc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Mengenal Diri

Diabetes Mellitus #Informasi

Yoghurt sebagai Immunostimulan di Masa Pandemi